Rahasia

Bismillahirohmanirohim. Kalau misalkan kita tidak terlahir apa yang terjadi? Kayaknya pertanyaan ini serupa ma ” kenapa kita tercipta ?”. Kenapa kita hidup?, “kenapa kita terlahir sebagai manusia? ” dulu waktu saya kecil pernah menanyakan ini ke Bapaku. Setelah gede gw baru nyadar ternyata, pertanyaan ini beurat banget. Kata bapak katanya gw ada tuh untuk beribadah kpd sang pencipta. Hehehe.. gw sebenernya gak terlalu suka ma filsafat..soalnya kebanyakan filsafat tuh cuma berupa pendefinisian..Jadi kalopun menjawab sebuah persoalan pun ujung2nya kembali lagi ke pendefinisianya.. Kayak fisika aja..Mendefinisikan alam dalam bahasa matematis… Emang sih, pendefinisian dilakukan manusia untuk memudahkan mencerna sesuatu dan mencari solusi dari sebuah permasalahan.. Sejauh apa filsafat dapat menjawab? sejauh apa yang sudah dialami manusia, dengan data2 empiris tentunya. Dari baca2 buku, dalam filsafat manusia tuh banyak melogiskan eksistensinya, istilah gaulnya mah narsis. Contohnya saya, nulis ini berarti membahas eksistensi isi kepala saya. Kalo gw balik lagi ke pertanyaan ” kenapa gw tercipta? ” , gw jadi ngrasa kecil banget, sebesar debu beterbangan. Gw jd mikir, kata orang semua penyakit ada obatnya, semestinya juga tiap pertanyaan ada jawabanya, nah lantas siapa yang paling berhak dan dengan valid menjawab pertanyaan ” kenapa saya tercipta?”. Harus berfilsafat ria-kah untuk mencari rahasia ini? Tapi emang dari sekian jawaban, cuma bapak gw yang ngasi jawaban paling memuaskan.

Advertisements
Published in: on September 3, 2008 at 7:47 pm  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://harji.wordpress.com/2008/09/03/rahasia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 CommentsLeave a comment

  1. ada pr jie, liat di blog sy…

  2. heu…heu….heu…
    beurat euy s harji
    beda banget ma orangnya ..^^.. (kurus maksudnya)
    Begitu banyak pertanyaan memang. Tap,,,g semua pertanyaan itu harus terjawab dengan sebuah kata-kata.
    Kata-kata itu hanya sebatas pencitraan pemikiran yang tentunya tidak dapat menjelaskan sebuah fenomena. Yah…kata-kata masih mengkotak-kotaki pemikiran.
    Bisa aja jawaban itu bisa kita mengerti melalui sebuah kejadian yang akhirnya tercitra dalam rasa. G bisa dengan jawaban kongkrit.
    Tapi,,,g semua hal harus dipertanyakan dan terjawab.
    Btw…paling enak itu emang bisa berbagi cerita dengan orang yang memiliki jam terbang berlebih.
    Karena apa yg mereka ceritakan g hanya berdasarkan literatur, tapi juga sebuah pengalaman.
    Y tax???
    heu…heu… sekalinya comen g penting banget yax???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: