Pelatih

Bismillahirohmanirohim…Setelah lama menyadari fisik kalah dari anak2 muda, saya iseng2 coba jadi pelatih di tim sepakbola olimpiade HIMAFI ITB. Sebuah tantangan dalam dunia yang baru tentunya (lebay..). Ternyata seru juga, kejelian melihat potensi pemain amat diperlukan disini (lebay lagi….). Mungkin rasanya seperti jadi seorang dirigen dalam sebuah orcestra…Diawali bermain masterleague pada PES 2008, ternyata tidak jauh berbeda dengan keadaan di lapanganya. Suasana yang benar2 baru bagi saya adalah: pertama faktor phsycology pemain. Dalam PES faktor tersebut terkuantisasi dengan jelas, tanda panah merah untuk pemain dalam kondisi fisik dan jiwa yang prima tanda panah putih ke bawah sebaliknya..nah sekarang yang sedang saya pelajari adalah bagaimana memparameterisasi kondisi tersebut untuk kemudian menanggulanginya. Kedua, penyampaian strategi agar mudah dimengerti pemain, kalau ini saya sudah terbayang solusinya, yaitu lewat captain mereka di lapangan. Dia adalah dirigen sekaligus motivator di tengah lapangan. Ketiga , tekanan suporter ini hal yang sama sekali belum saya perhitungkan.

Belajar dari filosofis seni beladirinya perguruan merpati putih, bahwa keadaan pertahanan terlemah musuh adalah saat menyerang, saya termasuk penganut paham catenaccio italia (halah lebay…). Jadi serangan akan dilakukan secara cepat ketika musuh baru kehilan bolanya..ups harusnya tidak boleh saya omongkan hahahha..Sebenarnya strategi ini adalah pilihan terakhir, soalnya saya berpikir bahwa setiap musuh itu sangat kuat dan berbahaya pada seranganya. Jadi fokus saya sekarang adalah :

1. Menemukan kombinasi barisan pertahanan yang mumpuni
2. Menerapkan strategi pertahanan yang paling tangguh ( rahasia ) baru kemudian
3. Melatih mereka dalam koordinasi penyerangan yang cepat, efektif dan tepat sasaran.

Oleh karena itu saya akan menggembleng semua pemain agar bisa bertahan. Termasuk striker2..( woi siap2 aja kalian)…

Permasalahan klasik dari pemain2 nonprofesional adalah stamina dan jam terbang mereka, tapi hal tersebut sudah saya diskusikan dengan pelatih teknis mereka (halah lebay banget sih…). Penguasaan medan termpur adalah makanan pokok mereka ( tapi bisa gak ya?) pemain himafi terbiasa dengan lapangan futsal sehingga feeling mereka bagus dalam keadaan lapangan yang sempit tidak untuk lapangan luas.

Trus saya pernah membaca artikel tentang catur, katanya penguasaan lini tengah sangat penting dalam sebuah pertempuran catur (padahal saya cupu bngt main catur lho….hahahha), iseng2 saya cocokan dengan permainan bola memang hasilnya mirip2 (74% lah) dari sekian banyak tim, tim papan atas memang cenderung mempunyai mildfielder dahsyat, sebut saja milan dengan seedorfnya, as roma dengan de rosi – nya, inter dengan Viera – nya dll.

Koordinasi lini ini akan menjadi inti dari penyerangan dan pertahahan ( waduh ngebocorin lagi). …pokoknya tunggu saja pasukanku bertempur Jia- you. ……………

Advertisements
Published in: on December 14, 2008 at 8:08 pm  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://harji.wordpress.com/2008/12/14/pelatih/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. aih dasar pelatih lemah…hahaha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: