Pemimpin

Bismillahirohmanirohim……Fenomena yang menurut saya aneh adalah pencalonan diri sebagai seorang pemimpin..(halah)….banyak alasanya..Menurut saya kemampuan seseorang terutama tentang kepemimpinan bukan diri sendiri yang menilai,  dan penilaian dari orang2 yang bakal dipimpin membutuhkan waktu lama supaya hasilnya lebih objektif dan real. Proses menumbuhkan kepercayaan publik itulah tahapan yang wajib dilalui calon pemimpin…Suatu hal yang keliru jika misal : ” untuk menjadi seorang pemimpin modal awalnya adalah keberanian”….menurut saya menjadi seorang pemimpin tidak ada lagi istilah “belajar” ( ngutip dari profesor politik UI) tp saya sependapat ama beliau..saat menjadi pemimpin adalah saat pengaplikasian ilmunya…Sungguh merana nasib rakyat bila dipimpin oleh orang2  yang baru belajar memimpin…

Berbeda dengan pemimpin2 di indonesia, Sahabat Rosulullah SAW, Abu Bakar As ‘ Sidik biarpun beliau adalah laki2, menangis sejadi-jadinya ketika beliau diberi tanggung jawab untuk memimpin jazirah arab (kata guru ngaji saya),  dada beliau bergertar hebat..takut akan besarnya pertanggungjawaban  di dunia dan di akhirat kelak.. beliau sangat takut kalau2 samapai nanti ada rakyatnya yang kelaparan…..Tapi atas dasar kepercayaan para sahabat dan Rosulullah SAW akhirnya Abu Bakar menerima tanggun jawab itu dan berjanji akan memenuhi kewajibanya dengan sungguh2……sangat kontras kan, bila dibandingkan dengan di Indonesia, tokoh2 politik berbondong2 mencalonkan diri, meneriakan janji2 politik yang membuat rakyat kian hari kian berharap pada bayangan dari angan-angan.

Mental dasar pemimpin pun sudah hambar dan semakin mengabur pada mereka , beriringan dengan rasa tak tahu malu yang semakin besar. Kalo saya sih punya ide gmn klo kampanye tuh waktunya sampe 5 tahun sehingga rakyat sudah banyak kenal calon pemimpinya, terus partai tuh dibentuk berdasarkan rumpun profesi jadi nanti yang menjadi legislatif adalah perwakilan dari profesi2 dalam masyarakat. Nah panwaslu nanti tugasnya tuh juga nyatet track record calon2 pemimpin itu, bahkan panwaslu ato partai boleh mencalonkan orang dan menilai kapasitasnya tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan (baru ide lho).  Point penting sebagai efek samping dan besifat kualitatif, eh mungkin bisa kuantitatif  juga ya, adalah terjalinya hubungan kedekatan antara pemimpin dan rakyat.

Klo di nasa katanya tuh calon ketuanya mesti orang-orang dengan karya2, penelitian2 dan paper2 yang udah jelas tercatat,  dan ada batasan minimumnya. Jadi kemampuanya tuh bener2 teruji dan matang. Trus ini nih yang jarang saya temui di indonesia ama di kehidupan sehari2; mengakui kemampuan orang lain dan dan kelemahan sendiri, padahal sih kalo misalnya ada calon yang kalah tinggal dia ngaku saja kalo dia tidak lebih mampu dari pemeneng, setelah itu bantu pemimpin dengan apa yang bisa dilakukan.

Menurut saya;  “tidak ada syarat minimal jadi pemimpin”.  Seorang pemimpin itu bukan hanya bermula dari keberanian, namun kematangan kemampuan, pengalaman, ketegasan, visi jelas, dan bakat, semuanya memang harus padu ada dalam diri pemimpin.  “Seorang  jendral ditugaskan untuk memenangkan perang, bukan untuk meminimalisir kekalahan“.  Hahahaha …. konservativ?? yp,  hal ini memang sudah tidak menjadi mode di indonesia, sekarang yang sedang ngetrend adalah pelatihan2 kepemimpinan..yang menurut saya mirip sebuah akademi untuk artis karbitan, para artis pun berlomba2 menjadi caleg, gubernur, bupati dll. Sungguh mengerikan masa depan indonesia bila seperti itu terus.  Namun ada titik tekan yang tidak boleh dilupakan, penanaman dan pembelajaran nilai2 luhur demokrasi harus tetap berjalan. …..wkwkkwkwk lebay bgt gak sih??? wkwkkw 😀

Advertisements
Published in: on January 11, 2009 at 10:28 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://harji.wordpress.com/2009/01/11/pemimpin/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: